KUNINGAN – Operasi pencarian terhadap seorang warga Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya dilaporkan hilang, resmi dihentikan oleh tim gabungan.
Korban diketahui bernama Parmo (48), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang saat beraktivitas di area persawahan dan diduga terseret aliran sungai.
Keputusan penghentian operasi disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Iman Nuryadi, setelah melalui proses evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.
“Operasi SAR resmi dihentikan setelah dilakukan evaluasi bersama tim pencarian, aparat pemerintah desa, serta pihak keluarga,” ujarnya.
Selama beberapa hari pelaksanaan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, aparat desa, serta masyarakat telah melakukan berbagai upaya maksimal dalam proses pencarian. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, terutama di lokasi terakhir korban diketahui berada, termasuk area persawahan dan aliran sungai yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan warga sekitar guna menggali kemungkinan adanya informasi tambahan yang dapat membantu proses pencarian.
Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian dinyatakan dihentikan sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak BPBD menegaskan bahwa meskipun operasi SAR dihentikan, masyarakat tetap diimbau untuk segera melaporkan apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan korban.
“Apabila ada perkembangan atau temuan baru, kami harap masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Ragawacana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian, baik dari unsur pemerintah, relawan, maupun masyarakat yang turut membantu secara langsung di lapangan.
Pemerintah desa juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area yang berpotensi membahayakan seperti sungai dan kawasan persawahan..denisjulvana

