DM Media
Lokal Terbaru

Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme, Gemar Kuningan Perkuat Literasi Digital

KUNINGAN – Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme (Gemar) Kabupaten Kuningan terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan anarkisme di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Diklat Kebangsaan Penguatan Literasi Digital yang digelar di Pondok Pesantren Daarul Mukhlishin, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, santri, hingga tokoh kepemudaan di Kabupaten Kuningan. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya literasi digital sebagai benteng menghadapi derasnya arus informasi di era modern.

Bunda Literasi Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membawa dampak positif sekaligus tantangan yang harus dihadapi dengan bijak. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan internet, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menghormati orang lain, dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang diterima,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang produktif dan positif. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Gemar Kabupaten Kuningan, H. Yayat Hidayat, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa penguatan literasi digital menjadi langkah nyata dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan anarkisme di kalangan anak muda.

Menurutnya, beberapa kasus yang terjadi belakangan menunjukkan adanya pengaruh negatif media sosial terhadap sebagian generasi muda yang dapat mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Belakangan ini ada beberapa kasus yang melibatkan generasi muda yang mengarah pada paham radikal. Salah satunya dipengaruhi oleh informasi dan konten yang mereka akses melalui media sosial. Oleh karena itu, kami bergerak melakukan edukasi melalui kegiatan seperti ini,” katanya.

Yayat menegaskan, Gemar Kuningan akan terus memperluas kegiatan edukasi serupa agar semakin banyak generasi muda yang memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif di dunia digital.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dan diperluas ke berbagai kalangan,” ungkapnya.

Kegiatan Diklat Kebangsaan Penguatan Literasi Digital tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Ketua FKUB Kabupaten Kuningan Dr. Fenny Rahman, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Kuningan Nana Suhendra, serta praktisi media sosial Bambang Priatna.

Dalam paparannya, Dr. Fenny Rahman menyampaikan bahwa penguatan literasi digital menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga persatuan bangsa serta mencegah berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Sementara itu, Nana Suhendra mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, setiap aktivitas di dunia digital akan meninggalkan jejak yang dapat berdampak terhadap kehidupan seseorang di masa mendatang.

Adapun Bambang Priatna mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial secara kreatif dan produktif. Ia menilai platform digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berkarya, membangun jejaring, hingga membuka peluang ekonomi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan dan pandangan mengenai tantangan penggunaan media sosial serta upaya menangkal penyebaran paham radikalisme menjadi pembahasan yang menarik selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Gemar Kabupaten Kuningan berharap lahir generasi muda yang cerdas, kritis, berkarakter, serta memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun paham radikalisme dan anarkisme yang dapat mengancam persatuan bangsa…djz

Related posts

Temuan Apa Saja Pada Penataan Pusat Kota Kuningan, Ini Kata Asda Deden

DM

Wow, Sekda Dian Sapa Warga Binaan Lapas

DM

Kuningan Raih Penghargaan Kinerja DAK Fisik 2023 Terbaik Se Jabar

DM

Leave a Comment