DM Media
Regional Religi Terbaru

Santri Kuningan Menyala! Bupati Dian Luncurkan Beasiswa 5.000 Santri hingga 2029

KUNINGAN –Rabu pagi (22/10/2025), halaman Setda Kabupaten Kuningan berubah menjadi lautan sarung dan peci. Ribuan santri dari berbagai pesantren tumplek di sana, menghadiri upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 dengan penuh semangat dan wajah berseri. Suasana religius berpadu dengan nuansa kebanggaan: menjadi santri, berarti menjadi bagian dari sejarah bangsa.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. memimpin langsung jalannya upacara. Dengan suara berwibawa namun hangat, ia mengingatkan kembali bahwa Hari Santri bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri dan kontribusi santri bagi negeri.

“Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari adalah bukti nyata bahwa santri adalah penjaga kedaulatan negara,” ujar Bupati Dian penuh penekanan.

Dalam amanatnya, Bupati Dian menegaskan bahwa santri masa kini harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualnya.

“Santri harus melek digital, kreatif, dan berdaya saing global. Tapi yang paling penting, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan,” tegasnya.

Ia menilai, santri dan ulama tidak hanya berperan menjaga moral dan akhlak, tetapi juga menjadi benteng penjaga NKRI.
“Perjuangan para kiai dan santri dari masa ke masa membuktikan bahwa mereka selalu relevan. Mereka penjaga nilai, penjaga negeri, sekaligus pembawa cahaya di tengah perubahan,” tambahnya.

Di tengah upacara yang khidmat, Bupati Dian menyampaikan kabar gembira: Pemkab Kuningan menyiapkan program beasiswa untuk 5.000 santri hingga tahun 2029.

“Mulai tahun anggaran 2026, setiap tahun akan disalurkan beasiswa bagi 1.250 santri. Ini bentuk nyata komitmen kami dalam membangun SDM religius dan berdaya,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah.

Selain beasiswa, Pemkab juga menegaskan keberlanjutan program insentif bagi guru ngaji dan imam musala, serta penyediaan air bersih dan sanitasi bagi 100 pondok pesantren.
“Seluruhnya adalah bagian dari visi besar kami, Kuningan Melesat — Kuningan yang religius, maju, dan berdaya saing,” kata Bupati Dian.

Bupati Dian juga menyinggung masih adanya pihak-pihak yang memandang sebelah mata peran santri. Namun, ia menilai hal itu justru menjadi tantangan bagi santri untuk membuktikan kontribusinya secara nyata.

“Biarkan saja mereka meremehkan. Santri tidak perlu membalas dengan kata, cukup dengan karya. Karena santri adalah pelopor peradaban dan pembawa Islam rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya mantap.

Usai upacara, halaman Setda Kuningan semakin meriah dengan penampilan spektakuler dari Satkorcab Banser dan PSNU Pagar Nusa Kabupaten Kuningan. Aksi barisan teratur dan atraksi bela diri mereka mendapat tepuk tangan panjang dari hadirin.

Hari Santri Nasional di Kuningan tahun ini benar-benar menghadirkan makna mendalam: santri bukan hanya simbol masa lalu, tetapi wajah masa depan bangsa — beriman, berilmu, dan berinovasi. (Gan)

Related posts

Mulok Gunung Ciremai Disosialiasikan Ke Disdik Kabupaten Indramayu

DM

Segini Besaran Zakat Fitrah 1445 H Yang Baru Ditetapkan

DM

Pendatang Baru PKB Dapil I Yakin Lolos Ke DPRD Kuningan, Rudi Idham Malik Alias Rudi Geram Klaim Raih Suara Mendekati 5.000

DM

Leave a Comment