Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi memperkenalkan seragam loreng barunya yang langsung dikenakan oleh Panglima TNI bersama sejumlah perwira, termasuk Letkol Teddy, dalam sebuah acara militer yang menjadi sorotan publik. Pergantian motif dan warna seragam ini disebut sebagai bagian dari langkah modernisasi TNI dalam menghadapi tantangan pertahanan di era global.
Dalam tayangan video yang beredar, Panglima TNI tampil dengan pakaian dinas lapangan (PDL) terbaru. Motif loreng yang selama ini identik dengan warna hijau tua berganti menjadi pola yang lebih terang dengan kombinasi hijau muda dan nuansa kontras. Perubahan ini membuat seragam terlihat lebih segar dan modern, sekaligus memberikan citra TNI yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Perubahan loreng bukan sekadar kosmetik, melainkan juga membawa pesan simbolis. TNI menegaskan bahwa penyegaran seragam ini mencerminkan semangat baru, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi dinamika ancaman militer yang semakin kompleks. Panglima TNI menjadi orang pertama yang mengenakan seragam tersebut, diikuti oleh Letkol Teddy dan sejumlah perwira menengah, menandakan transisi resmi ke seragam baru.
Selain soal desain, loreng anyar ini kabarnya juga dirancang dengan mempertimbangkan faktor teknis dan operasional. Motif yang lebih terang dinilai dapat membantu efektivitas kamuflase di medan tropis Indonesia, sementara bahan kain yang digunakan disebut lebih nyaman, ringan, dan mendukung mobilitas prajurit di lapangan.
Publik pun menyoroti perubahan ini dengan beragam respons. Sebagian mengapresiasi langkah TNI yang berani memperbarui identitas visualnya, sementara lainnya menantikan penjelasan resmi mengenai distribusi, regulasi penggunaan, serta masa transisi dari seragam lama ke yang baru. Tak sedikit pula yang menganggap perubahan ini akan memperkuat kebanggaan prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Perkenalan loreng baru yang langsung dipakai oleh Panglima hingga perwira menengah menjadi momentum penting bagi TNI menjelang HUT ke-80. Modernisasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tampilan luar, melainkan juga beriringan dengan penguatan sistem pertahanan, peralatan tempur, serta peningkatan kesejahteraan prajurit.
Dengan langkah ini, TNI menegaskan dirinya sebagai institusi yang dinamis, siap beradaptasi dengan zaman, dan terus mengukuhkan jati diri sebagai penjaga kedaulatan bangsa..djz

