DM Media
Cerita Tanpa Panggung

Reruntuhan yang Masih Bernyawa

Ada luka yang tidak berdarah, tapi terasa jauh lebih perih.
Seperti harapan yang dulu tumbuh diam-diam, kini runtuh tanpa suara.
Saya berdiri di tengah reruntuhan itu diam, tapi tidak benar-benar hancur.

Hati ini remuk, iya…
Seolah semua yang diperjuangkan tak lagi punya arah,
seolah langkah yang dulu penuh keyakinan kini tertatih dalam keraguan.

Namun anehnya, di balik kehancuran itu masih ada bara kecil
tidak besar, tidak terang, tapi cukup untuk membuat saya tetap berdiri.

Saya mungkin kehilangan banyak hal,
kehilangan harapan yang pernah saya genggam erat,
kehilangan gambaran indah tentang masa depan.

Tapi saya tidak kehilangan diri saya sepenuhnya.

Karena di dalam dada ini, masih ada tekad yang menolak padam.
Masih ada suara yang berbisik pelan:
“Berhenti boleh lelah, tapi jangan berhenti melangkah.”

Dan dalam diam yang panjang ini, saya mulai memahami
bahwa tidak semua yang runtuh berarti akhir,
dan tidak semua kehilangan berarti kehampaan.

Saya terluka, tapi tidak menyerah.
Saya jatuh, tapi tidak memilih tinggal di bawah.

Biarlah hari ini hati terasa gelap,
biarlah air mata menjadi saksi rapuhnya diri,
tapi langkah ini akan tetap berjalan meski pelan, meski tertatih.

Karena perjuangan ini…
bukan sekadar tentang hasil,
tapi tentang siapa saya ketika semuanya hampir hilang
dan saya tetap memilih untuk bertahan.

Mungkin saya belum sampai,
mungkin jalan ini masih panjang dan melelahkan,
tapi selama saya masih bisa berdiri,
selama saya masih mau melangkah,
maka semuanya belum benar-benar selesai.

Dan dari reruntuhan ini,
saya akan belajar membangun kembali
perlahan, dengan sisa kekuatan yang ada,
dengan keyakinan yang mungkin tak lagi utuh,
tapi cukup untuk terus hidup…Djz

Leave a Comment