DM Media
Nasional Terbaru

Letusan Gunung Ciremai Tahun 1937 Menggemparkan Hindia Belanda

Sebuah Kilas Balik

Gunung Ciremai merupakan  Gunung tertinggi di Jawa Barat dengan memiliki ketinggian 3.078 Mdp, Selain dikenal sebagai gunung yang memiliki karakteristik low aktif vulkanik, gunung ciremai juga  punya Sejarah Panjang sebagai gunung berapi aktif. Salah satu babak paling dramatis terekam pada tahun 1937, yang mana aktivitasnya saat itu menjadi berita utama di berbagai surat kabar Hindia Belanda.

Delapan tahun sebelum Republik Indonesia berdiri,  tepatnya pada bulan  Juni 1937, dilaporkan terjadi letusan ringan dari Gunung Ciremai yang mengeluarkan asap tebal dan terasa hingga Linggarjati. Kejadian ini disertai hujan abu dan suara gemuruh yang terdengar sampai Argalingga, Majalengka.  Meski penduduk awalnya tenang, ledakan awal ini membuat warga ketakutan, ledakan ini juga membentuk beberapa lubang kawah baru di bagian utara dan selatan gunung.

Aktivitas vulkanik yang intens ini, selain mengeluarkan asap dan abu, juga mengakibatkan ledakan yang sesekali melontarkan abu dan menyebabkan vegetasi di dinding kawah menjadi mati.kaitan dengan letusan tersebut. Pemerintah Hindia Belanda dengan sigapnya mengirim ahli Vulkanologi, ahli vulkanologi saat itu yang dikirim Adalah  Dr. Neuma, salah satunya dengan mengamati titik-titik erupsi baru yang memuntahkan abu dan batu, bahkan mengubah bentuk kawah menjadi lubang besar.

Puncaknya, pada 9 Juli 1937, terjadi letusan baru yang lebih dahsyat, memaksa penduduk di beberapa desa mengungsi. dalam rilisnya Dr. Neumann juga melaporkan adanya empat titik letusan baru dan retakan di dinding kawah. Merespons situasi ini ,Pemerintah Hindia Belanda menetapkan zona berbahaya yang bersipat sementara dan membangun pos peringatan. Letusan terbaru terjadi Beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Desember 1937, letusan Kembali terjadi.

Peneliti lain yang turut melakukan investigasi adalah  Dr. Stehn yang salah satu rilisnya melaporkan adanya letusan berkepanjangan yang menyebabkan bertambahnya lubang, yang berdampak pada rusaknya habitat sekitar area terdampak , bahkan dari letuasan tersebut mengakibatkan terganggunya pasokan air di beberapa mata air disekitar lereng gunung Ciremai

Gunung Ciremai sendiri memiliki Riwayat erupsi sejak 1698. Namun, saat ini, dalam sejarahnya mengalami letusan yang tergolong besar yaitu pada juni 1937. Dalam perjalanannya Gunung Ciremai sejak tahun 2004 menjadi kawasan hutan konservasi. (YH,dikutif dari berbagai sumber, untuk DM media)

*detikfile

Related posts

Pj Bupati Iip Ingin Gelar Festival Durian Di Cibuntu

DM

Diskominfo dan STKIP Muhammadiyah Jalin Kerjasama

DM

Harga Telur Melambung Tinggi, Pedagang Siasati Jual Telur Retak Yang Lebih Murah

DM

Leave a Comment